Integrasi Intelektualisme dan Spiritualitas: Media Group Globalindo Bersama PC ISNU Kabupaten Kediri Perkuat Ukhuwah di Pusat Sanad Keilmuan Nusantara
K
Kabiro kediri kota
Jurnalis Pojok Kampung
Sunday, 12 April 2026 | 06:55 WIB
91
KEDIRI – Menapaki kemuliaan bulan Syawal 1447 H, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Kediri menginisiasi agenda strategis bertajuk “ Halal bi halal Dan Safari Syawal serta Dialektika Ukhuwah”. Momentum ini menjadi semakin bermakna dengan kehadiran Kepala Biro Kota Kediri Media Group Globalindo, Wawan Hendrawan, dalam sebuah rida silaturahmi ke berbagai pesantren pilar pendidikan Islam di Kediri pada Sabtu (11/04/2026).
Rangkaian safari ini merupakan bentuk manifestasi nyata dari teologi silaturahim sebagaimana termaktub dalam Surah An-Nisa ayat 1, sekaligus upaya menyelaraskan visi antara kaum cendekiawan Muslim dan institusi media dalam mengawal masa depan pendidikan bangsa.
Napak Tilas Sanad dan Khazanah Klasik,
Langkah awal dimulai dengan menyambangi Pondok Pesantren Al-Ihsan Jampes, sebuah mercusuar keilmuan yang didirikan oleh KH. Muhammad Dahlan pada 1886. Di bawah naungan spiritualitas Syeikh Ihsan bin Dahlan—penulis kitab legendaris Sirajut Thalibin yang telah mendunia—rombongan disambut dengan penuh takzim oleh KH. Busyrol Karim AM. Beliau, yang juga menjabat sebagai Pelindung PC ISNU Kabupaten Kediri, menegaskan bahwa pertemuan ini adalah simpul penting untuk mempererat ittihad (persatuan) antara intelektual struktural dengan akar tradisi pesantren yang autentik.
Perjalanan spiritual berlanjut menuju Ponpes Grompol di bawah asuhan Gus Irfan Masruhin. Pertemuan ini memancarkan suasana kekeluargaan yang profetik, di mana dialog antara nilai-nilai keislaman dan peran media massa mulai terajut secara harmonis.
Sebagai destinasi pemungkas, rombongan berkunjung ke Ponpes Al-Hikmah Purwoasri, institusi pionir pendidikan Islam putri yang eksis sejak 1948. Di bawah kepemimpinan KH. Abdul Nasir Badrus, Al-Hikmah kini bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang mampu mengkombinasikan tradisi klasik dengan sistem pendidikan modern yang kompetitif.
Delegasi yang dipimpin oleh Ketua PC ISNU, KH. Harun Arrosid, bersama jajaran pengurus harian, terlibat dalam diskusi substantif mengenai tantangan pendidikan agama di era disrupsi digital. Dalam forum khidmat tersebut, Wawan Hendrawan secara resmi memperkenalkan Media Group Globalindo sebagai entitas media nasional yang berkomitmen menyuarakan aspirasi umat secara edukatif dan profesional.
Dr. H. Romadlon, MM., selaku inisiator kolaborasi ini, menekankan bahwa sinergi antara intelektual ISNU dan jurnalisme media adalah keniscayaan. "Kita memerlukan transformasi jurnalisme yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan bernafas spiritual, serta memiliki kompetensi yang sesuai kenutuhan zaman, guna mengangkat kearifan lokal ke panggung nasional dan internasional," tuturnya.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Wawan Hendrawan menyampaikan rasa syukurnya. "Dari Qolbu yang terdalam, saya haturkan terima kasih atas penerimaan para Kyai - Gus dan jajaran PC ISNU. Ini adalah amanah silaturahmi yang akan kami jaga sebagai fondasi kolaborasi di masa depan demi kemaslahatan umat," ungkapnya.
Safari Syawal ini pada akhirnya bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah ikhtiar intelektual untuk merumuskan paradigma baru dalam pendidikan dan syiar Islam di kancah global.
Rangkaian safari ini merupakan bentuk manifestasi nyata dari teologi silaturahim sebagaimana termaktub dalam Surah An-Nisa ayat 1, sekaligus upaya menyelaraskan visi antara kaum cendekiawan Muslim dan institusi media dalam mengawal masa depan pendidikan bangsa.
Napak Tilas Sanad dan Khazanah Klasik,
Langkah awal dimulai dengan menyambangi Pondok Pesantren Al-Ihsan Jampes, sebuah mercusuar keilmuan yang didirikan oleh KH. Muhammad Dahlan pada 1886. Di bawah naungan spiritualitas Syeikh Ihsan bin Dahlan—penulis kitab legendaris Sirajut Thalibin yang telah mendunia—rombongan disambut dengan penuh takzim oleh KH. Busyrol Karim AM. Beliau, yang juga menjabat sebagai Pelindung PC ISNU Kabupaten Kediri, menegaskan bahwa pertemuan ini adalah simpul penting untuk mempererat ittihad (persatuan) antara intelektual struktural dengan akar tradisi pesantren yang autentik.
Perjalanan spiritual berlanjut menuju Ponpes Grompol di bawah asuhan Gus Irfan Masruhin. Pertemuan ini memancarkan suasana kekeluargaan yang profetik, di mana dialog antara nilai-nilai keislaman dan peran media massa mulai terajut secara harmonis.
Sebagai destinasi pemungkas, rombongan berkunjung ke Ponpes Al-Hikmah Purwoasri, institusi pionir pendidikan Islam putri yang eksis sejak 1948. Di bawah kepemimpinan KH. Abdul Nasir Badrus, Al-Hikmah kini bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang mampu mengkombinasikan tradisi klasik dengan sistem pendidikan modern yang kompetitif.
Delegasi yang dipimpin oleh Ketua PC ISNU, KH. Harun Arrosid, bersama jajaran pengurus harian, terlibat dalam diskusi substantif mengenai tantangan pendidikan agama di era disrupsi digital. Dalam forum khidmat tersebut, Wawan Hendrawan secara resmi memperkenalkan Media Group Globalindo sebagai entitas media nasional yang berkomitmen menyuarakan aspirasi umat secara edukatif dan profesional.
Dr. H. Romadlon, MM., selaku inisiator kolaborasi ini, menekankan bahwa sinergi antara intelektual ISNU dan jurnalisme media adalah keniscayaan. "Kita memerlukan transformasi jurnalisme yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan bernafas spiritual, serta memiliki kompetensi yang sesuai kenutuhan zaman, guna mengangkat kearifan lokal ke panggung nasional dan internasional," tuturnya.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Wawan Hendrawan menyampaikan rasa syukurnya. "Dari Qolbu yang terdalam, saya haturkan terima kasih atas penerimaan para Kyai - Gus dan jajaran PC ISNU. Ini adalah amanah silaturahmi yang akan kami jaga sebagai fondasi kolaborasi di masa depan demi kemaslahatan umat," ungkapnya.
Safari Syawal ini pada akhirnya bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah ikhtiar intelektual untuk merumuskan paradigma baru dalam pendidikan dan syiar Islam di kancah global.
Bagikan Berita: