Tuesday, 14 April 2026
Iklan Header

Advertisement

Sponsored Ads

Nasional

Merajut Kembali Hangatnya Silaturahmi di Musala Al-Ittihad

K
Kabiro bojonegoro Jurnalis Pojok Kampung
Sunday, 29 March 2026 | 03:30 WIB 38
Merajut Kembali Hangatnya Silaturahmi di Musala Al-Ittihad
Ilustrasi: Merajut Kembali Hangatnya Silaturahmi di Musala Al-Ittihad
Pojokkampung.site/Sidoarjo - Di sebuah sudut teduh Griya Pasegan Asri, Sidoarjo, Sabtu (28/3/2026), langkah-langkah kaki berpadu dalam satu irama yang sama: kembali mendekat, kembali menyapa, kembali merajut tali silaturahmi yang mungkin sempat terurai oleh waktu. Musala Al-Ittihad menjadi saksi, bagaimana kebersamaan tumbuh sederhana, namun terasa begitu dalam dan bermakna.

Halal bihalal di tempat itu bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan hati—tempat setiap insan menanggalkan ego, melembutkan kata, dan membuka pintu maaf dengan penuh keikhlasan. Senyum-senyum yang terukir, sapaan yang mengalir hangat, seakan menjadi bahasa yang lebih jujur daripada sekadar kata-kata.

Dalam balutan sambutannya, Ketua Takmir, Ustadz HM. Solikin, S.Ag., menitipkan harapan agar kebersamaan ini tidak hanya berhenti sebagai seremoni, melainkan terus hidup dalam keseharian. Sebuah harapan tentang lingkungan yang rukun, kompak, dan dipenuhi keberkahan.

Sementara itu, tausiyah dari DR. H. Ach. Fathan, S.Ag. hadir bak embun penyejuk jiwa. Ia mengajak jamaah untuk memaknai Idul Fitri sebagai perjalanan pulang—kembali kepada fitrah, kepada hati yang bersih, serta kepada hubungan yang lebih tulus, baik kepada Sang Pencipta maupun sesama manusia.

Waktu pun bergulir dengan lembut, mengiringi doa-doa yang terpanjat dalam keheningan penuh harap. Tangan-tangan saling berjabat, tatapan saling bertemu dengan keikhlasan, dan kata “maaf” terucap bukan sekadar tradisi, melainkan lahir dari relung hati terdalam.

Pada akhirnya, yang tertinggal bukan hanya rangkaian acara, melainkan rasa yang mengendap: damai yang menenangkan, kedekatan yang menghangatkan, serta keyakinan bahwa kebersamaan adalah rumah yang selalu bisa kembali dirasakan.

Di Musala Al-Ittihad, pada hari itu, persaudaraan tidak hanya dirayakan—ia dihidupkan, ditumbuhkan, dan dijaga agar tetap menyala di hari-hari yang akan datang.
Bagikan Berita: