Sinergi Lingkungan, Pemdes Trucuk Matangkan Pembangunan TPS3R Bersama Bank Sampah Srawung Makmur
K
Kabiro bojonegoro
Jurnalis Pojok Kampung
Friday, 03 April 2026 | 15:38 WIB
45
Pojokkampung.site/BOJONEGORO – Pemerintah Desa (Pemdes) Trucuk terus menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan dengan mempersiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Upaya ini diwujudkan melalui diskusi bersama pengurus Bank Sampah Srawung Makmur guna menyatukan langkah dalam pengelolaan sampah berbasis kawasan.
Diskusi yang berlangsung pada malam hari tersebut menjadi forum strategis untuk membahas progres pembangunan TPS3R sekaligus merumuskan pembagian peran dalam sistem pengelolaan sampah ke depan. Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat desa, RT/RW, tokoh masyarakat, hingga pendamping dari Alas Institute dan ExxonMobil.
Kepala Desa Trucuk, Sunoko, S.Sos., SH., NL.P., menegaskan bahwa kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar TPS3R tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara, melainkan sebagai pusat pengolahan sampah terpadu.
“TPS3R ini kami dorong menjadi pusat pengolahan sampah organik dan anorganik di tingkat desa. Harapannya, volume sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara Pemdes Trucuk, Bank Sampah Srawung Makmur, serta dukungan dari berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif, efisien, dan bernilai ekonomi bagi warga.
Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan kesiapan Desa Trucuk dalam menghadapi penilaian Adipura, dengan menitikberatkan pada aspek kebersihan dan pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, Pemdes Trucuk optimistis pembangunan TPS3R dapat berjalan optimal dan menjadi model pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
Diskusi yang berlangsung pada malam hari tersebut menjadi forum strategis untuk membahas progres pembangunan TPS3R sekaligus merumuskan pembagian peran dalam sistem pengelolaan sampah ke depan. Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat desa, RT/RW, tokoh masyarakat, hingga pendamping dari Alas Institute dan ExxonMobil.
Kepala Desa Trucuk, Sunoko, S.Sos., SH., NL.P., menegaskan bahwa kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar TPS3R tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara, melainkan sebagai pusat pengolahan sampah terpadu.
“TPS3R ini kami dorong menjadi pusat pengolahan sampah organik dan anorganik di tingkat desa. Harapannya, volume sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara Pemdes Trucuk, Bank Sampah Srawung Makmur, serta dukungan dari berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif, efisien, dan bernilai ekonomi bagi warga.
Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan kesiapan Desa Trucuk dalam menghadapi penilaian Adipura, dengan menitikberatkan pada aspek kebersihan dan pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, Pemdes Trucuk optimistis pembangunan TPS3R dapat berjalan optimal dan menjadi model pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
Bagikan Berita: